Berita Terkini

Pengamat: Mundurnya Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Tak Cerminkan Sebagai Wakil Rakyat

Kamis, April 19, 2018
Bengkalis:Riaunet.com~Pengunduran diri Syarial sebagai Ketua Komisi II DPRD Bengkalis yang membidangi Pembangunan dan Perekonomian Keuangan dinilai sejumlah kalangan masyarakat tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat.

Hal ini dikatakan Zulfan Mahendra, Pengamat Sosial dan Pembangunan Kabupaten Bengkalis menanggapi kabar mundurnya politisi Golongan Karya (Golkar) Dapil Rupat Utara itu kepada sejumlah wartawan Kamis, (19/4/2018).

Disebutkannya, meski Syarial mundur dari jabatan ketua komisi II kemudian menjabat anggota komisi IV saat ini dinilai kurang tepat. Menurutnya berpindahan Syarial ke komisi IV DPRD Bengkalis pada 2 April 2018 kemarin memang menjadi tanda tanya besar dari kalangan masyarakat.

Padahal alat kelengkapan dewan sebelumnya telah disempurnakan apalagi sudah di paripurnakan, Syarial kembali menduduki ketua komisi II. "Nah, ini menjadi tanda tanya, kenapa (Syarial,red) tidak mundur disaat belum diparipurnakan alat kelengkapan dewan tersebut. Setelah penggeledahan oleh KPK dikantor DPRD Bengkalis terkait proyek My di kecamatan Rupat beliau baru mengundurkan diri? Apakah ada kaitannya dengan KPK merasa ketakutan, karena proyek My Duri-Pakning progresnya jauh dari harapan masyarakat itu. Pengawasan dari lembaga legislatif ini sangat dibutuhkan," sebut Zulfan Mahendra. 

Lanjut dia, penggeledahan oleh KPK pada Maret lalu jangan dijadikan roh yang menghantui kenerja kita. Sehingga seluruh anggota DPRD Bengkalis menjadi takut untuk menjalankan fungsi dan tugas yang telah diamanahkan didalam undang undang. 

"Jadikan KPK itu sahabat dan bentuk evaluasi kenerja DPRD Bengkalis kedepan lebih baik lagi. Bukan justru menjadikan roh jahat untuk ditakuti. Apalagi jika pengunduran diri (Syarial,red) dari komisi II atas dasar itu. Jika benar, ini bentuk tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat yang amanah," ujar Zulfan lagi. 

Menurutnya, setiap komisi di DPRD Bengkalis diwajibkan memiliki ketua dan wakil ketua, sehingga kinerja peran penting dalam konteks pengawasan dari lembaga wakil rakyat itu berjalan dan berfungsi terhadap suksesnya penyelenggaraan pembangunan didaerah.

Zulfan mendesak agar akomisi II segera melaksanakan rapat internal membahas pengganti mundurnya Syarial dari ketua komisi II. Terutama fraksi Golkar agar segera mungkin menunjuk penggantinya, jangan dibiarkan kursi ketua komisi II ini kosong seperti kehilangan induknya. 

"Komisi II sesegera mungkin agar menggelar rapat internal membahas pengganti Syarial dengan meminta fraksi golkar segera mencarikan pengganti yang tepat untuk menduduki kursi ketua komisi II tersebut. Wakil rakyat dipilih oleh rakyat kembali kepada rakyat dan untuk rakyat. Jadilah wakil rakyat yang amanah dan bertanggungjawab," tegas Zulfan. 

Hal serupa juga disampaikan pelaksana proyek Duri-Pakning PT CGA, Arifin mengatakan bahwa sesuai dengan agenda pada Rabu semalam akan melaksanakan hearing dengan komisi DPRD Bengkalis terkait progres pengerjaan My Duri-Pakning tetapi batal dan tidak mengetahui alasan penundaannya.

"Iya, rencananya hearing dengan pihak DPRD Bengkalis bersama PUPPR Bengkalis. Tetapi batal pak, saya tidak tahu alasan penundaan tersebut. Padahal saya sudah menunggu lama untuk persentase progres My Duri - Pakning agar masyarakat mengetahui realisasi pekerjaan kita," sebut Arifin. (Rom)