Bengkalis:Riaunet.com~Assalamuaikum, Pak! saya tenaga honor daerah. Saat ni beredar informasi dari teman-teman sesama honor daerah yg mengatakan bahwa gaji honor daerah turun menjadi Rp800 ribu perbulan. Benarkah info tersebut pak? Mohon penjelasannya, Pak. Itulah pesan pemilik akun facebook berinisial YA yang dikirim ke Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri. Pesan yang dikirim YA melalui layanan messenger tersebut dikirimnya, Kamis pagi, (15/3/2018) pukul 08.36 WIB.
Selain dari YA, isu serupa juga berkembang di sebagian tenaga honorer lainnya di daerah ini. Menanggapi hal dan informasi yang berkembang tersebut, Plt Kadiskominfotik bengkalis, Johan mengatakan, sejauh ini tidak ada kebijakan tersebut. Termasuk rencana untuk itu.
“Sudah kami tanyakan ke Bupati Bengkalis maupun Sekretaris Daerah. Pembayaran honorer di daerah ini tetap mengacu kepada yang sudah dianggarkan dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2018,” kata Johan. Dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Diskominfotik, alokasi anggaran untuk honorer dalam kegiatan untuk pendidikan SLTA tetap Rp1,4 juta, D3 Rp1,6 juta dan S1 Rp1,8 juta.
“Sampai hari ini belum ada surat atau pemberitahuan lisan dan tertulis yang kami terima terkaur ada pengurangan menjadi Rp800 ribu seperti informasi yang dipertanyakaan YA tersebut. Karena itu dapat kami pastikan informasi itu hoax (bohong),” ujar Johan.
Dengan banyaknya informasi yang kerab menyesatkan yang berkembang di tengah masyarakat, Johan berharap masyarakat untuk ‘tabayyun’. “Klairifikasi dulu. Jangan langsung dipercaya mentah-mentah. Sebab hari ini tak sedikit informasi yang bohong dan dibangun berdasarkan opini,” katanya.
Terkait dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis misalnya dalam hal tersebut diantaranya dapat diklarikasikasi ke Diskominfotik.
“Ke kami pribadi pun bisa.Misalnya melalui layanan messenger di facebook seperti yang dilakukan YA. InshaAllah akan kami tanggapi secepatnya,” Imbuh Johan. (rom/rls)
