RokanHulu:Riaunet.com~Kajian Komprehensif Program Internal (KOPI) fakultas pertanian Universitas Pasir Pengaraian (UPP) adalah salah satu upaya DPM Faperta UPP dalam mengasah daya pikir kritis para civitas akademika mengenai berbagai fenomena sosial yang ada di kalangan mahasiswa pertanian UPP, kamis (1/2/2018).
Diskusi bertajuk kajian Aspirasi dalam menindak lanjuti aspirasi mahasiswa ini diselenggarakan di ruang seminar Fakultas Pertanian UPP yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa, yang bertujuan untuk saling berbagi ilmu dan mengemukakan aspirasi yang telah terdata di quisioner aspirasi sebelumnya.
Sukses untuk panitia mengadakan acara ini, harapannya kita mendapatkan solusi untuk kebaikan faperta kedepannya. Silahkan disampaikan uneg-uneg dan saran solusi yang membangun faperta secara keseluruhan," kata Dekan Faperta UPP, Rizah Rizwana Wahyuni,M.Sc. Diskusi tersebut dipimpin langsung oleh pembina kemahasiswaan fakultas pertanian Syukron Hadi.
Dalam diskusi ini dihadiri pula oleh kabinet BEM DPM Himaprodi Agribisnis dan Agroteknologi. Diskusi ini membahas tentang kajian aspirasi persoalan serta memberikan solusi bagaimana perspektif ini dapat digunakan untuk menganalisis fenomena yang sedang terjadi di faperta UPP.
“Disadari ataupun tidak, tentunya banyak aspirasi mahasiswa yang tidak dapat kawan-kawan ungkapkan secara langsung, makanya kami DPM faperta melaksanakan quisioner dan menindak lanjutinya di acara KOPI ini, tentunya Fakultas Pertanian UPP harus punya perspektif yang berbeda, supaya bisa menyuguhkan solusi dan alternatif baru untuk menanggapi persoalan mahasiswa,” kata ketua DPM Faperta UPP, Ilham Al Amin.
Adapun Aspirasi mahasiswa yang diserap antara lain, pembagian aset praktikum faperta, keuangan praktikum mahasiswa Faperta, pengadaan green house Faperta, alokasi anggaran pengembangan akademik, alokasi aset Faperta, persatuan dan solidaritas mahasiswa Faperta dan dosen Faperta serta menumbuhkan rasa cinta organisasi di kalangan mahasiswa Komisi II Advokasi dan kesejahteraan mahasiswa.
Siti Kholilah menjelaskan bahwa KOPi ini adalah terobosan baru dan pertama kali dilakukan, baik itu di tingakat fakultas dan universitas, makanya banyak nya pertanyaan.
"Adapun Terkait dana praktikum mahasiswa semester 2 tahun 2018, yakni untuk agribisnis Rp 20 juta, dan agrotekhnologi Rp14 juta dalam satu semester. Dana praktikum itu di peruntukkan pada 3 pos, meliputi alat dan bahan, soft skil, dan perawatan alat, keperluan praktikum di luar universitas (kuliah industri sesuai dengan ungkapan ibu dekan faperta UPP, makanya dalam acara tersebut sempat kami meminta agar pemerintah daerah rohul memberikan bantuan kepada UPP terkait dana Hibah, karna UPP berada di bawah naungan yayasan pembangunan rokan hulu sejak tahun 2002," jelas Siti.
Sementara itu ketua panitia, Ahmad Ansori mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemikir intelektual yang hadir pada saat acara tersebut, dengan harapan semoga aspirasi ini dapat di tindak lanjuti sebagaimana mestinya. (Des)
