Bengkalis:Riaunet.com~Mulai pagi hingga menjelang shalat Dzuhur, sekitar seribuan jamaah yang terdiri dari anak-anak dan orang tua dari berbagai masjid dan mushola di Kecamatan Bantan dan Bengkalis, Minggu (25/2/2018) berkumpul di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis.
Kehadirannya dalam rangka Launching Akbar Didikan Subuh Kabupaten Bengkalis dan pelatihan menghafal Al Quran Metode Tikmar, serta Launching Rumah Syamil Bengkalis.
Secara simbolis peluncuran program tersebut dilaksanakan Bupati Bengkalis yang diwakili Assisten II Setda kab Bengkalis H. Heri Indra Putra.
Acara ini dihadiri juga oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, yang diwakili Hamid dan Kepala Bagian Kesra Suwarto serta sejumlah pengurus Didikan Subuh Quran (DDSQ) Kabupaten Bengkalis.
Ketua Gerakan Seribu Rumah Al Quran Kabupaten Bengkalis, Suyendri mengatakan bahwa program DDSQ sudah berjalan selama hampir enam bulan. Program ini melibatkan pengurus masjid dan mushola serta pemuda penggiat Al Quran untuk mengajarkan kepada anak-anak.
“Alhamdulillah, program DDSQ yang dilaksanakan mendapat respon positif. Untuk tahap awal, program ini dilaksanakan di masjid dan mushola di Kecamatan Bantan dan Bengkalis. Saat ini peserta DDSQ ini sudah mencapai 1.600 santri dari 35 masjid dan musholla,” Kata Yendri.
Kegiatan launching Akbar Didikan Subuh yang dipusatkan di Masjid Istiqomah ini merupakan bagian dari upaya untuk lebih mensyi’arkan program kepada umat Islam. Kedepan, program ini akan dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis.
Pada acara peluncuran kemarin, diisi dengan berbagai penampilan anak-anak didik, mulai dari nasid, pembacaan surat An Naba’ serta pembacaan doa dan surat-surat pendek Alquran.
Melalui program ini diharapkan akan muncul generasi Islam berkarakter yang selalu berpegang teguh dengan nilai-nilai Alquran. Disamping itu, membentuk mental generasi Islam yang kuat sejak usia dini. Hal ini penting mengingat saat ini pengaruh ilmu teknologi dan komunikasi, tidak hanya memberikan dampak positif, namun lebih dari itu memberikan dampak negatif.
“Tidak hanya itu, melalui program DDSQ ini, kita mulai melatih generasi Islam sejak usia dini, untuk memakmurkan masjid, juga sekaligus memahami serta mencintai Alquran,” Ujar Yendri.
Untuk menyukseskan program DDSQ ini, tentu tidak lepas dari dukungan dari seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Untuk itu, Suyenderi menegaskan, pihaknya telah membuka kesempatan bagi siapa saja untuk memberikan sumbangan dan infaq untuk kelancaran program DDSQ ini.
Salah seorang wali anak didik, Hadi Suhendra dari Desa Berancah Kecamatan Bantan, menyambut baik program DDSQ yang dilaksanakan oleh Gerakan 1000 Rumah Al Quran. Melalui kegiatan ini, anak-anak di sekitar masjid dan mushola di daerahnya, berani tampil kedepan dan bisa menjadi penghafal Al Quran.
Ayah dari dua anak ini, berharap kedepan pihak penyelenggara lebih kreatif lagi dalam menggelar berbagai kegiatan, sehingga mampu merangsang anak-anak didik.
“Alhamdulillah, program ini sangat bagus. Mudah-mudahan, kegiatan ini terus berlanjut dan berkesinambungan,” ujar Hadi. (rom/rls)
