Kampar:Riaunet.com~Diduga Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Tapung kecamatan Tapung Kabupaten Kampar selewengkan uang seragam murid. Dari laporan salah satu wali murid tersebut kepada riaunet.com menyebutkan bahwa selama lebih kurang sudah dua tahun pakaian seragam anak saya tidak kunjung selesai.
Menurut wali murid yang enggan menyebutkan namanya bahwa diduga uang pakaian seragam sekolah tersebut telah di selewengkan oleh Kepala sekolah SMA N 1 Tapung.
Saat riaunet.com berkunjung kesekolah tersebut ternyata Kepala sekolah yang berinisial A tidak ada di kantor, dan di arahkan oleh kepsek untuk bertemu ke salah satu guru yang ada di sekolah itu yang sekaligus menjabat sebagai asisten kesiswaan berinisial MRS.
Ditanya terkait seragam sekolah, MRS menyebutkan bahwa sebenarnya proses pembuatan baju siswa ini bermula terkendala pada proses pengerjaan yang ada pada zaman itu (dua tahun yang lalu) yang di tentukan pemerintah tersebut, di mana semua pembuatan seragam sekolah yang ada di kabupaten kampar ini di arahkan untuk membuat seragam ditempat tersebut. Beliau tidak menyebutkan nama dan alamat tempat nya.
Dengan ada nya perubahan kepemimpinan daerah di kampar ini, maka semua pesanan baju seragam yang di buat di tempat tersebut terkendala. Sehingga kepsek SMA N 1 Tapung mengambil kebijakan untuk memindahkan pengerjaan baju siswa tersebut ke tempat lain, dan para siswa juga di bawa ke sana untuk mengetahui pembuatan seragam nya," kata salah satu Guru di Kantornya.
Saat di tanya tentang keberadaan uang seragam tersebut, beliau menjelaskan saya tidak tau, saya hanya membantu untuk penyelesaian permasalahan pesanan ini saja, masalah biaya saya tidak tau sama sekali, akan tetapi saat itu penjahit itu datang meminta uang hasil pengerjaannya, saya dengar ada sekitar 70 jutaan lagi yang belum di bayarkan, dan untuk lebih jelasnya lagi langsung aja komfirmasikan ke penjahit nya,"tambahnya.
Saat riaunet.com menemui penjahit itu pada tanggal 21 februari 2018, beliau membenarkan adanya kekurangan dana sekitar Rp70 jutaan tersebut, dan beliau juga menjelaskan bahwa biaya tersebut akan ditanggung kepsek nya, rencananya dia akan menyelesaikan tunggakan tersebut pada bulan april 2018 ini.
"Dan saya juga akan menyelesaikan seragam ini secepat nya, bahkan saya akan mengantarkan kesekolah tersebut secara bertahap," kata tukang jahit tersebut.
Sementara Kepsek SMAN 1 Tapung saat dihubungi melalui selulernya membantah jika uang tunggakan seragam sekolah tersebut mencapai Rp 70 juta, menurutnya beliau ( Kepsek-red) hanya memiliki kekurangan (utang) sekitar Rp30 juta lebih, uang tersebut akan saya bayarkan apa bila pengerjaan tersebut sudah selesai semua.
"Jadi wajarkan kalau saya berhutang atau belum saya bayarkan keseluruhannya, di karenakan pengerjaan nya belum selesai 100%," kata Kepsek dengan nada merasa tak bersalah.
Diketahui juga bahwa para wali murid SMAN 1 Tapung, khususnya angkatan tahun 2017 berharap agar instansi yang terkait bisa menyelesaikan masalah ini, dan secepat nya memberikan jawaban yang pasti. (Er)
