SIAK:Riaunet.com~Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak berencana mendapuk Perusahaan Daerah Sarana Pembangunan Daerah (PD SPS), sebagai BUMD yang bekerjasama dengan PT Biomass Energi Hijau di bidang pemanfaatan energi hijau.
Melalui mekanisme bisnis yang saling menguntungkan, PD SPS akan menjadi suplier tunggal limbah sawit baik padat dan cair bagi industri pengolahan sawit yang diprakarsai PT Biomass.
Kerjasama dibidang energi ini tak hanya semata berdampak positif bagi upaya pelestarian lingkungan hidup, namun Pemkab Siak juga melihat peluang kerjasama ini sebagai potensi peningkatan Perekonomian daerah. Sebagai tindak lanjut, Bupati Siak Syamsuar mengajak para direksi perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi diwilayah Kabupaten Siak untuk terlibat dalam kemitraan bisnis ini.
“Kedua Perusahaan (PD SPS dan PT Biomass) sudah menandatangani MoU pada tanggal 8 Maret 2017 yang lalu”, sebut Syamsuar dihadapan pelaku industri pabrik kelapa sawit, di Siak Sri Indrapura, Kamis petang (16/3/2017).
Syamsuar mengajak pihak perusahaan yang ada untuk menyatukan komitmen, terkait penanganan limbah sawit dan penyediaan bahan limbah sebagai bahan baku industri.
“Seperti kita ketahui bahwa limbah cair maupun padat dari PKS punya nilai jual. Oleh karena itu saya mengajak semua PKS yang ada agar menjual limbah industrinya kepada perusahaan daerah,” Ujarnya.
Ia berharap, keberadaan Kawasan Industri Tanjung Buton yang dibangun di Kabupaten Siak melalui kerjasama ini juga dapat segera di maksimalkan operasionalisasinya, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah.
Dia juga optimis, jika pabrik tersebut sudah berdiri tentunya akan memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah dan PKS, karena dari pengolahan limbah kelapa sawit tersebut akan menghasilkan peningkatan nilai guna yang berdampak pada pendapatan BUMD dan pemasukan daerah," Katanya.
Sementara itu, direktur PD SPS, Bob Novitriansyah menjelaskan bahwa PT Biomass Energi Hijau (BEH), akan segera membangun infrastruktur pabrik, serta pembangkit listrik tenaga biomass di Kawasan Industri Tanjung Buton Kabupaten Siak.
Selama ini PT Biomass dikenal konsisten mengembangkan industri ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit, banyak dihasilkan PKS di Kabupaten Siak," jelasnya.
“Hasil olahan limbah cair dari PKS tersebut akan menjadi bahan baku untuk biodiesel, sabun dan pupuk, serta sebagai bahan bakar boiler, yang berfungsi sebagai penggerak turbin pembangkit listrik,” ungkapnya. (Iz/Hms)
Melalui mekanisme bisnis yang saling menguntungkan, PD SPS akan menjadi suplier tunggal limbah sawit baik padat dan cair bagi industri pengolahan sawit yang diprakarsai PT Biomass.
Kerjasama dibidang energi ini tak hanya semata berdampak positif bagi upaya pelestarian lingkungan hidup, namun Pemkab Siak juga melihat peluang kerjasama ini sebagai potensi peningkatan Perekonomian daerah. Sebagai tindak lanjut, Bupati Siak Syamsuar mengajak para direksi perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi diwilayah Kabupaten Siak untuk terlibat dalam kemitraan bisnis ini.
“Kedua Perusahaan (PD SPS dan PT Biomass) sudah menandatangani MoU pada tanggal 8 Maret 2017 yang lalu”, sebut Syamsuar dihadapan pelaku industri pabrik kelapa sawit, di Siak Sri Indrapura, Kamis petang (16/3/2017).
Syamsuar mengajak pihak perusahaan yang ada untuk menyatukan komitmen, terkait penanganan limbah sawit dan penyediaan bahan limbah sebagai bahan baku industri.
“Seperti kita ketahui bahwa limbah cair maupun padat dari PKS punya nilai jual. Oleh karena itu saya mengajak semua PKS yang ada agar menjual limbah industrinya kepada perusahaan daerah,” Ujarnya.
Ia berharap, keberadaan Kawasan Industri Tanjung Buton yang dibangun di Kabupaten Siak melalui kerjasama ini juga dapat segera di maksimalkan operasionalisasinya, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah.
Dia juga optimis, jika pabrik tersebut sudah berdiri tentunya akan memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah dan PKS, karena dari pengolahan limbah kelapa sawit tersebut akan menghasilkan peningkatan nilai guna yang berdampak pada pendapatan BUMD dan pemasukan daerah," Katanya.
Sementara itu, direktur PD SPS, Bob Novitriansyah menjelaskan bahwa PT Biomass Energi Hijau (BEH), akan segera membangun infrastruktur pabrik, serta pembangkit listrik tenaga biomass di Kawasan Industri Tanjung Buton Kabupaten Siak.
Selama ini PT Biomass dikenal konsisten mengembangkan industri ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit, banyak dihasilkan PKS di Kabupaten Siak," jelasnya.
“Hasil olahan limbah cair dari PKS tersebut akan menjadi bahan baku untuk biodiesel, sabun dan pupuk, serta sebagai bahan bakar boiler, yang berfungsi sebagai penggerak turbin pembangkit listrik,” ungkapnya. (Iz/Hms)
