RokanHulu:Riaunet.com~Pengumuman 11 nama anggota dewan pendidikan kabupaten Rokan Hulu (Roohul) oleh panitia selekesi yang telah disetujui pelaksana tugas bupati rohul Sukiman mulai menuai protes dari publik. Sebab sebagian besar nama yang terpilih merupakan orang titipan pansel.
Nama nama anggota dewan pendidikan yang disetujui tersebut sebagian besar dinilai sarat muatan kepentingan politis yang merupakan titipan pansel dan pihak tertentu, karena dianggap tidak memiliki kredibel dalam memajukan dunia pendidikan di negeri seribu suluk.
Tokoh pendidikan kabupaten rohul, Jupendri menyebutkan bahwa terdapat kejanggalan dalam proses seleksi sampai pada pengumuman 11 nama anggota dewan pendidikan rohul tersebut yang sarat kepentingan, dimana peserta yang dianggap mampu dan sudah berkecimpung puluhan tahun di dunia pendidikan, bahkan terdapat yang sudah pensiun justru terkesan dijegal.
"Menurutnya kesebelas nama dewan pendidikan rohul yang terpilih merupakan orang dekat panitia seleksi, hal tersebut dapat dilihat dari latar belakang hubungan pansel dengan calon, baik dari segi kekeluargaan maupun secara organisasi," katanya.
Jupendri yang merupakan lulusan S2 pendidikan non formal tersebut pesimis dunia pendidikan di rohul akan bisa lebih maju, karena kepentingan tertentu masih mewarnai penunjukan anggota dewan. (Na)
Nama nama anggota dewan pendidikan yang disetujui tersebut sebagian besar dinilai sarat muatan kepentingan politis yang merupakan titipan pansel dan pihak tertentu, karena dianggap tidak memiliki kredibel dalam memajukan dunia pendidikan di negeri seribu suluk.
Tokoh pendidikan kabupaten rohul, Jupendri menyebutkan bahwa terdapat kejanggalan dalam proses seleksi sampai pada pengumuman 11 nama anggota dewan pendidikan rohul tersebut yang sarat kepentingan, dimana peserta yang dianggap mampu dan sudah berkecimpung puluhan tahun di dunia pendidikan, bahkan terdapat yang sudah pensiun justru terkesan dijegal.
"Menurutnya kesebelas nama dewan pendidikan rohul yang terpilih merupakan orang dekat panitia seleksi, hal tersebut dapat dilihat dari latar belakang hubungan pansel dengan calon, baik dari segi kekeluargaan maupun secara organisasi," katanya.
Jupendri yang merupakan lulusan S2 pendidikan non formal tersebut pesimis dunia pendidikan di rohul akan bisa lebih maju, karena kepentingan tertentu masih mewarnai penunjukan anggota dewan. (Na)
