Berita Terkini

DPD Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) Kab. Siak Siap wujudkan Swasembada Pangan

Rabu, April 05, 2017
Siak:Riaunet.com~Dalam rangka Kunjungan panglima TNI Jendral Gatot Nurmantio dan Menteri Pertanian dalam rangka Penanaman Padi dan Jagung di kecamatan Bungaraya kabupaten Siak .

Sebagai salah satu program Nawacita Pemerintah Joko Widodo dalam penguatan pangan di segi pertanian yang disampaikan oleh Kepala Staff angkatan darat ( KASAD) Jendral TNI Mulyono. Dalam Hal ini Kasad menegaskan bahwasanya kita harus mampu untuk menjadikan indonesia sebagai lumbung padi dunia karena indonesia adalah negara agraria dalam," katanya dalam pidato sambutan beliau.

Dalam kesempatan kegiatan Penanaman Padi dan Jagung tersebut Ketua DPD Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) Kab. Siak Gatot Siswondo berkesempatan berbincang dengan KASAD Jendral TNI Mulyono mengenai Peran pemuda intelektual dalam sektor pertanian. Diantaranya pemuda tidak lagi harus berangkat kekota untuk mencari pekerjaan, namun pemuda bisa menjadi penggerak sekaligus penyuluh pertanian untuk meningkatkan hasil pertanian. Sekaligus pengawasan dalam pelaksanaanya, karena kita dari pemerintah siap membantu petani. Baik dari segi alat, bibit dan pengolahanya kita siap bantu,"kata Jendral Mulyono.

Dari perbincangan itu kita juga dari pemuda siap menjadi garda terdepan Melalui wadah PPR ini untuk membantu mewujudkan Swasembada pangan di sektor pertanian sesuai dengan program pemerintah," sambung Gatot Siswondo yang merupakan Mahasiswa dari kecamatan Bungaraya.

Senada dengan hal itu Ketua DPP Perhimpunan Pemuda Riau (PPR), Yusroni Tarigan, S. Sos menyatakan bahwa minimnya regenerasi petani akan berdampak pada produktivitas lahan dan berujung pada kesulitan mencapai swasembada pangan. Jangankan swasembada, ketergantungan pada impor bahan pangan bisa lebih besar jika tidak ada regenerasi petani yang berkesinambungan.

"Oleh karnanya mindset (pola pikir) generasi muda harus berubah, jadi petani bukan hal buruk atau jadi petani bukan hal yang memalukan. Toh Mak Bapak kita petani mengkuliahkan kita sampai mejadi sarjana." Ujar Yusroni, Rabu (5/4/2017).

Regenerasi petani sudah perlu mendapat perhatian sebab jumlah petani terus turun dalam 10 tahun terakhir. Data statistik menunjukkan dalam kurun 2003- 2013 terjadi penurunan jumlah rumah tangga petani sekitar 5,10 juta  (16 persen). Rumah tangga petani di Indonesia pada 2003 berjumlah 31,23 juta dan menurun menjadi 26,14 juta pada 2013. Jumlah rumah tangga petani menurun lantaran yang keluar dari sektor pertanian, meninggal, dan berpindah kerja ke sektor lain lebih besar dibandingkan dengan tenaga kerja baru yang menjadi petani.

Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) mendukung semangat dan ruh Nawacita Presiden Joko Widodo tentang swasembada pangan, antaranya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. (rdk)