SIAK:Riaunet.com~Kasubdit Pemberdayaan masyarakat dan usaha mikro, Hj zuraidah Sos meminta kepada pemanfaatan Badan usaha milik kampung (Bumk) Pinang bertuah Kampung Pinang Sebatang Kecamatan Tualang kabupaten siak untuk tidak menunggak angsuran, karena uang yang bapak ibu bayar untuk digulirkan kepemanfaatan lain untuk mengembangkan usaha mereka.
Hal itu disampaikan Hj Zuraida dalam musyawarah kampung pertanggung jawaban tahun (MKPT) 2016 dana usaha ekonomi milik kampung (Bumk) Pinang bertuah di halaman Kampung Pinang Sebatang Kecamatan Tualang, Rabu (22/3/2017).
Zuraida berharap kepada penunggak agar dapat membayar tunggakan, bagi sudah jatuh tempo silahkan membayar jangan sampai menunggak lagi.
"Uang yang dikumpulkan melalui BUMK pinang bertuah ini akan digulirkan lagi dengan tujuan menanggulangi kemiskinan, jangan gunakan uang tersebut untuk keinginan, tapi gunakan uang tersebut untuk mengembangkan usahanya sehingga angsuran tersebut lancar dibayarkan," Himbau dia.
Seperti diketahui MKPT tersebut berlangsung meriah, para pemanfaatan sabar menanti door prize yang disediakan oleh BUMK Pinang bertuah, pada kesempatan itu juga BUMK Pinang bertuah memberikan bantuan sosial dan sekaligus menyantuni anak yatim sebanyak 19 orang.
Sedangkan untuk APBkam MKPT 2016 berjumlah Rp 5.825.000, dan sisa modal tahun 2016 berjumlah Rp 80.662.510, jadi total keseluruhan modal tahun 2011 sampai 2016 sebesar Rp 580.662.510.
Penghulu Kampung Pinang Sebatang Bambang Saputra SH meminta kepada pemanfaat BUMK Pinang bertuah untuk tidak menunggak.
"Kalau tunggakan macet tentu menghambat perkembangan BUMK kita, sehingga modal tersebut tidak bisa digulirkan lagi kepada pemanfaat lainnya, kita tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat serta tanamkan rasa memiliki kampung," Pintanya.
Bambang berencana akan mengembangkan unit usaha yang disarankan oleh Kasubdit pemberdayaan masyarakat dan usaha mikro dalam bidang ketrampilan hanyaman ibu ibu
"Kita akan kembangkan itu, saat ini kita sedang melatih mereka dan membuat workshop serta mengembangkan Pujasera, upaya itu kita lakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,"Pungkasnya (Iz).
Hal itu disampaikan Hj Zuraida dalam musyawarah kampung pertanggung jawaban tahun (MKPT) 2016 dana usaha ekonomi milik kampung (Bumk) Pinang bertuah di halaman Kampung Pinang Sebatang Kecamatan Tualang, Rabu (22/3/2017).
Zuraida berharap kepada penunggak agar dapat membayar tunggakan, bagi sudah jatuh tempo silahkan membayar jangan sampai menunggak lagi.
"Uang yang dikumpulkan melalui BUMK pinang bertuah ini akan digulirkan lagi dengan tujuan menanggulangi kemiskinan, jangan gunakan uang tersebut untuk keinginan, tapi gunakan uang tersebut untuk mengembangkan usahanya sehingga angsuran tersebut lancar dibayarkan," Himbau dia.
Seperti diketahui MKPT tersebut berlangsung meriah, para pemanfaatan sabar menanti door prize yang disediakan oleh BUMK Pinang bertuah, pada kesempatan itu juga BUMK Pinang bertuah memberikan bantuan sosial dan sekaligus menyantuni anak yatim sebanyak 19 orang.
Sedangkan untuk APBkam MKPT 2016 berjumlah Rp 5.825.000, dan sisa modal tahun 2016 berjumlah Rp 80.662.510, jadi total keseluruhan modal tahun 2011 sampai 2016 sebesar Rp 580.662.510.
Penghulu Kampung Pinang Sebatang Bambang Saputra SH meminta kepada pemanfaat BUMK Pinang bertuah untuk tidak menunggak.
"Kalau tunggakan macet tentu menghambat perkembangan BUMK kita, sehingga modal tersebut tidak bisa digulirkan lagi kepada pemanfaat lainnya, kita tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat serta tanamkan rasa memiliki kampung," Pintanya.
Bambang berencana akan mengembangkan unit usaha yang disarankan oleh Kasubdit pemberdayaan masyarakat dan usaha mikro dalam bidang ketrampilan hanyaman ibu ibu
"Kita akan kembangkan itu, saat ini kita sedang melatih mereka dan membuat workshop serta mengembangkan Pujasera, upaya itu kita lakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,"Pungkasnya (Iz).
