LubukDalam:Riaunet.com~Sejak bulan ramadhan sampai lebaran, harga penjualan sawit petani terus saja mengalami kemerosotan, ini sangat di rasakan oleh petani yang ada di kecamatan Lubuk Dalam kabupaten Siak-riau.
Menurut biasanya harga penjualan buah sawit tersebut mengalami kemerosotan hanya sampai akhir bulan puasa ramadhan, namun tahun ini turunnya harga yang di rasakan petani sampai habis lebaran.
Hal ini sangat di rasakan petani, sementara kebutuhan kita bertambah, seperti mendaftarkan anak sekolah, dan kebutuhan lainnya," kata Mizar, seorang petani sawit yang ada di kampung (Desa) Sialang Palas Kecamatan Lubuk Dalam kepada riaunet.com, sabtu (30/6/2018).
Kemerosan Harga Tandan Buah Segar (TBS) ini sudah berlangsung satu bulan Lebih, jadi terpaksa kami harus mencari pekerjaan lain untuk memenuhi tuntutan hidup.
Kita punya keluarga, jika harga terus terus merosot, gimana kita harus memenuhi kebutuhan sehari-hari," Ujar Mizar.
"Saat ini harga sawit cuma di bawah Rp 1200/kg nya, belum lagi potongan jasa angkutan, pupuk dan biaya lainnya.
Kalau harga terus merosot begini, mau di beri makan apa keluarga kita bang, sementara harga kebutuhan pokok terus aj naik, belum lagi daftar anak sekolah dan pakaiannya," Keluh Mizar.
Kita Berharap kepada pemerintah untuk bisa memperhatikan harga penjualan buah sawit petani, soalnya tiap mulai bulan puasa ramadhan sampai habis lebaran, harganya terus merosot.
"Sekali lagi agar pemerintah bisa mendengarkan keluhan petani, dan mudah-mudahan pemerintah bisa mencarikan solusinya," Ujarnya. (Rdk)
