Bengkalis:Riaunet.com~Agenda perdana pada tahun 2018, Dewan Pimpinan Daerah Quranic Healing Indonesia (DPD QHI) Kabupaten Bengkalis, akan menggelar kajian tauhid dan ruqiyah massal. Kajian yang bakal digelar pada Ahad 18 Februari 2018 yang dipusatkan di Masjid Nurul Taqwa Desa Ulupulau Kecamatan Bantan.
“Insya Allah, persiapannya sudah 90 persen. Kami menghimbau dan mengundang kepada umat Islam untuk datang menghadiri kajian ini. Acaranya dimulai pukul 13.30 WIB. Peserta tidak dipungut biaya, siapa saja boleh mengikuti kegiatan ini,” kata Ketua DPD QHI Kabupaten Bengkalis, Avri Mirza, Jumat (16/2/2018).
Pada pelaksanaan kajian ini, panitia penyelenggara mengambil tema “Memurnikan Tauhid Dengan Pengobatan Qurani” dengan menghadirkan pemateri Ustadz Heri Susanto LC jebolan Al Azhar Mesir, Ustadz Aan Arpikin, S.PdI dan Avri Mirza (Ketua DPD QHI Kabupaten Bengkalis) serta team QHI Kabupaten Bengkalis.
Disebutkan Avri Mirza, materia yang bakal disampaikan oleh narasumber pada kajian tersebut meliputi tauhid dan ruqyah, dalil ruqyah syariyyah dari Al Quran serta hadist. Mengenali perbedaan ruqyah syar’iyah dan ruqyah syirkiyah (perdukunan).
Kemudian, mengenali perbedaan karomah dan sihir, mengenali ciri gangguan jin, pintu-pintu masuknya setan, tazkiyatun nafs (taubatun nasuha), praktek membuat air ruqyah, praktek ruqyah mandiri sesuai teknik teknik yang syar'i dan pengobatan massal," papar Avri.
Masih kata Avri, tujuan dari kegiatan kajian tauhid dan ruqiyah massal ini untuk lebih mengenalkan kepada umat Islam bagaimana pengobatan secara Islami yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena selama ini, masih banyak orang yang belum tahu apa sebenarnya pengobatan qurani atau ruqiyah.
“Kami harapkan, nantinya tidak hanya masyarakat Desa Ulupulau yang hadir, namun dari seluruh penjuru desa yang ada, terutama di Kecamatan Bantan. Tapi Kecamatan Bengkalis juga boleh menjadi peserta,” kata Avri.
Bagi peserta yang mengikuti kegiatan kajian tauhid dan ruqiyah massal ini, dihimpau agar membawa air mineral botol sendiri, karena panitia hanya menyiapkan air mineral gelas.
"Kemudian, bagi peserta yang punya azimat (tangkal), dihimbau untuk di bawa," ujar Avri. (rom/rls)
