Berita Terkini

Kelola Pasar Desa, Bumdesa Rambah Utama Raup Keuntungan Rp 97 juta

Kamis, Februari 08, 2018
RokanHulu:Riaunet.com~Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Rambah Utama sukses mengelola pasar desa. Ditahun 2017, Sisa Hasil Usaha (SHU) kotor yang diterima mencapai Rp 97.000.000. Informasi ini disampaikan kepala pengelola unit usaha pasar, Yanto dalam kegiatan Musyawarah Pertanggungjawaban Tahunan BumDesa (MPTB). Rabu sore, (7/2/2018).

"Kita cuma mengelola parkir, kebersihan dan air bersih. Alhamdulillah tahun 2017 kita dapat sisa hasil usaha kotor kurang lebih senilaiRp 97 juta," Ujaryanto.

Dalam kegiatan MPTB ini, direktur BumDesa rambah utama, Jumakir melaporkan pula kondisi keuangan bumdesa Rambah Utama, dari modal awal 503 juta di tahun 2005 saat ini sudah berkembang menjadi Rp770 juta, dan perguliran dana mencapai 6 milyar rupiah.

Adapun unit usaha yang saat ini sedang ditekuni, yaitu selain pasar desa ada juga unit usaha simpan pinjam San BRI link, dengan SHU senilai Rp50 juta.

Sesuai dengan aturan yang berlaku sisa hasil usaha tersebut didistribusikan persen di antaranya pada 10% senilai Rp5.000.000 dana sosial 10% senilai Rp5.000.000 bonus kelas sepuluh persen senilai Rp5.000.000 biaya NTB dan hadiah tahun 2017 20% senilai Rp1.000.000 Pendidikan dan Pelatihan 4% menjadi Rp2.000.000 jasa simpanan sukarela 6% senilai Rp3.000.000 sisanya 40% untuk cadangan modal senilai 20 juta rupiah.

Jumakir mengatakan, pemanfaat total dari BUMDes  Rambah Utama ini mencapai 1.100 orang, hanya 200 orang diantaranya anggota aktif. Dengan perolehan cadangan modal tersebut, penasehat bumdesa rambah utama, yang juga kepala desa rambah utama, Rudi di tahun 2018 ini akan mengembangkan usaha baru, diantaranya pengelolaan objek wisata di Embung yang ada di desa tersebut yang saat ini viral di media sosial, dan ramai dikunjungi warga.

"Embung kita yang dibangun pemerintah pusat di desa rambah utama ini, dalam satu bulan terakhir menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi warga. Kunjungan yang ramai ini rencananya akan kita kelola untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengembangkan bumdesa kita. Pengelolaan masih menunggu serah terima embung itu dari balai sungai sumatera wilayah III," kata Jumakir.

Sementara, untuk perbaikan dan pemantapan secara internal, Desa rambah utama tahun ini akan menurunkan tunggakan, memantapkan unik usaha yang berjalan, dan mencoba merubah sistem pinjaman konvensional ke sistem peminjaman Syariah. (Na)