INHIL~8 orang tim rescue harimau sumatera sempat bertatap wajah dengan harimau yang memangsa Jumiati beberapa waktu lalu di Indragiri Hilir (Inhil). Lebih kurang dua jam tim ditungguin harimau. Anggota Polres Inhil nyaris meletuskan senjatanya, namun hanya terpaku.
Pertemuan harimau dengan tim ini di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil pada Selasa (20/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Tim ini bertugas untuk mengetahui pergerakan harimau agar bisa untuk segera ditangkap melalui jebakan box trap dengan umpan seekor kambing.
Siapa menyangka, dalam perjalanan tim yang terdiri dari dua anggota Polres Inhil dan enam anggota BBKSDA Riau bertemu dengan sang raja hutan dalam kawasan hutan green belt di kawasan perusahaan perkebunan sawit.
"Begitu berjumpa, semuanya terpaku seperti patung. Tidak mampu bergerak dan tidak berani bersuara," ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Rabu (21/2/2018).
Tim terjebak dalam kawasan hutan tanpa bisa berbuat sesuatu. Sekitar dua jam harimau tersebut mengelilingi mereka. Terlihat wajah harimau sangat garang dan siap menerkam.
Salah satu anggota Polres Inhil yang membawa senjata laras panjang sempat mengokang senjatanya. Ini karena dari keterangan tim yang di luar dari mereka meminta untuk menakuti harimau dengan tembakan ke udara.
Namun anggota Polres Inhil itu tidak menjalankan perintah. Walau senjata sudah dikokang dan siap ditembak ke udara, dibatalkanya. Anggota polisi ini menilai bila dilakukan tembakan ke udara bisa jadi harimau kian marah dan siap menerkam.
Padahal, bila senjata laras panjang itu diarahkan ke harimau sudah bisa mengenai bagian kepalanya. Itu menunjukan bahwa sangat dekatnya harimau dengan tim yang terjebak.
"Anggota polisi ini batal meletuskan senjatanya. Mereka hanya berdiam sembari menunggu datangnya bantuan," jelas Haryono.
Dua jam terjebak, akhirnya tim bantuan datang. 10 personel Polres Inhil datang dengan senjata. Sebelum sampai ke titik lokasi, letusan senjata ke udara terus berdesing.
"Akhirnya harimau lari dan menjauh dari tim yang terjebak. Dan akhirnya mereka selamat," ujar Haryono. (dtk)
