RokanHulu:Riaunet.com~Sejumlah masyarakat dari desa Cipang kiri hulu, Cipang kiri hilir, Cipang kanan dan desa Tibawan yang berada di kecamatn rokan IV Koto kabupaten Rokan Hulu, mendatangi kantor bupati rokan hulu,selasa (23/1/2018), dan menyampaikan keluhannya terkait rencana pembangunan waduk serba guna.
Kedatangan masyarakat 4 desa di kecamatan rokan 4 koto itu disambut baik Plt Bupati rokan hulu, H Sukiman, dan kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Anton ST, MT.
Salah seorang masyarakat rokan IV koto, Rio Andri menyampaikan bahwa saat ini masyarakat 4 desa marasa resah dengan adanya rencana pembangunan waduk raksasa serbaguna di sekitar desa mereka.
"Di 4 desa itu, pada umumnya pemukiman warga berada di sepanjang bantaran sungai. Hanya beberapa yang jauh didaratan. Jadi kalau dibaangun waduk raksasa, masyarakat takut rumahnya kebanjiran," ujat Rio dihadapan plt bupati Sukiman.
Rio juga menyampaikan bahwa masyarakat 4 desa itu menolak pembangunan waduk raksasa yang direncanakan pemerintah.
Dengan adanya hal tersebut, Plt Bupati Rokan Hulu Sukiman menanggapi positif persoalan yang dihadapi warga 4 desa itu.
"Apa yang diinginkan oleh masyarakat, akan menjadi pertimbangan kita. Dan nanti keinginan masyarakat ini akan dilaporkan kepada gubernur agar keputusan untuk pembangunan waduk serba guna ini dipertimbangkan kembali," kata Sukiman.
Untuk masyarakat 4 desa di rokan iv koto tak perlulah merasa resah, tenang saja, jangan tergembleng isu atau informasi yang bakal membuat masyarakat resah.
Karna Kami selaku pemerintah daerah bakal pro terhadap masyarakat dan mendengarkan keluhan masyarkat," Kata Sukiman.
Ditempat yang sama, kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang kabupaten rokan hulu, Anton ST, MT mengatakan, pembangunan waduk serbaguna di kecamatan rokan iv koto, yang pasti tahun 2018 ini baru akan membuat perencanaan desain rap, dan perencanaan sertifikasi lahan bangunan waduk yang termasuk proyek stategis nasional itu.
"Waduk ini dibangun tujuan utamanya untuk listrik, irigasi dan pengembangan lainnya seperti pariwisata," kata Anton. (Na)
