Penulis: Sukma Irawan Auzar (Ketua SAHABAT Bengkalis), Rabu (24/1/2018)
Bengkalis:Riaunet.com~Dalam momentum pilkada seperti ini, banyak calon yang menjual jargon politiknya dengan beragam bentuk. Salah satu yang paling sering terdengar dan paling sering terlihat adalah kata TERBUKTI.
Terbukti, jika di artikan secara sederhana adalah SUDAH PERNAH DILAKSANAKAN DAN BERHASIL UNTUK DITERAPKAN. Biasanya yang sering menggunakan jargon seperti ini adalah petahana atau calon yang pernah menjabat dalam tingkatan apapun dan ingin berkontestasi dalam suatu ajang pemilihan yang salah satunya pilkada.
Melihat dari pasangan calon yang telah mendaftar, maka bisa dibilang semuanya merupakan seseorang yang pernah menjabat baik di level eksekutif maupun di jajaran legislatif. Dan tentu saja semuanya dapat di ukur keterbuktiannya selama menjabat sebagai pejabat publik.
Pasangan petahana pertama, Andi Rahman dan Suyatno, merupakan dua pejabat yang hari ini masih memegang jabatannya di tingkatannya masing-masing. Andi Rahman, masih menjabat sebagai gubernur propinsi Riau yang melanjutkan perjuangan gubernur sebelumnya yang tersandung masalah korupsi, Annas Ma'amun. Suyatno, adalah bupati kabupaten Rokan Hilir yang memenangkan pertarungan pilkada setelah dua periode menjabat sebagai wakil bupati mendampingi Annas Ma'amun yang naik kelas menjadi gubernur selama beberapa bulan saja.
Syamsuar-Edy Natar Nasution adalah pasangan yang juga merupakan pejabat publik yang hari ini memegang tampuk kekuasaan. Syamsuar, adalah bupati Kabupaten Siak yang berpasangan dengan pasangannya, Alfedri untuk periode kedua. Edy Natar Nasution adalah komandam korem 031 Wira Bima yang belum lama ini di kukuhkan.
Balik kampung menjelang pensiun setelah melanglang buana hingga ke luar negeri Edy Natar kerap di anggap sebagai Prajurut Alim karena beliau dikenal dekat dengan agama dan kerap menjadi khatib shalat jumat dalam beberapa kesempatan. Edy Natar dalam pertarungan ini lebih memilih untuk mengajukan pensiun dini sebagai tentara karena tidak ingin terjadi conflict of interest ketika ia bertarung memperebutkan kursi orang nomor dua di propinsi ini.
Lukman Edy-Hardianto adalah pasangan yang di klaim paling muda diantara pasangan lainnya. Lukman Edy, anggota DPR RI dua periode yang pernah mencalonkan diri sebagai calon gubernur tahun 2013 lalu dan gagal. Ketika itu ia berpasangan dengan Suryadi Khusaini Ketua DPD PDI P Propinsi Riau.
Lukman Edy juga merupakan mantan menteri PDT pada era SBY yang lalu. Hardianto, yang kabarnya merupakan putra suku akit Rupat, adalah anggota DPRD Propinsi Riau periode 2014-2019. Menjabat sebagai sekretaris Gerindra Propinsi Riau, Hardianto bertekad maju setelah ketuanya, Edi Tanjung batal maju dikarenakan beberapa hal.
Sementara, pasangan calon terakhir yang telah mendaftarkan diri sebagai cagub dan cawagub di KPU Propinsi Riau adalah Firdaus-Rusli.
Firdaus, adalah walikota Pekanbaru periode kedua, yang berhasrat naik tingkat menjadi gubernur. Firdaus yang dikenal sebagai sang visioner bagi pendukungnya, adalah mantan kepala dinas PUPR Propinsi Riau dimasa Rusli Zainal ketika menjadi gubernur. Rusli Effendi, mantan anggota DPRD Propinsi Riau yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengelola Mesjid Istiqlal Jakarta, adalah politisi yang mengawali kariernya dari pendakwah dan pengajar. Gagal ke senayan pada pemilu lalu dari daerah pemilihan Riau 1, tak membuatnya berpatah arang dan menjajal kemampuan politiknya untuk menjadi pendamping sang walikota.
Setelah melihat komposisi pasangan yang merupakan bagian dari pejabat publik yang hari ini masih menjabat atau sedang dalam massa pengunduran diri, atau bahkan sudah tidak lagi menjabat alias mantan pejabat, maka masyarakat dapat dengan mudah mengukur keterbuktian para calon selama mereka menjabat. Sederhananya masyarakat dapat melihat track record para kontestan ketika mereka diberi kekuasaan.
Pemimpin yang TERBUKTI adalah pemimpin yang dapat memenuhi janjinya.
Pemimpin yang TERBUKTI adalah pemimpin yang tidak hanya pandai bersilat lidah namun mampu menggunakan kekuasaan untuk mensejahterakan ummat.
Pemimpin yang TERBUKTI adalah pemimpin yang mampu meninggalkan kesan positif di masyarakat.
Pemimpin yang TERBUKTI adalah pemimpin yang tidak menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan golongan.
Pemimpin yang TERBUKTI adalah pemimpin yang mampu membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, bukan yang dibutuhkan para pengusaha.
Pemimpin yang TERBUKTI adalah pemimpin yang hidup dalam kesederhanaan tanpa memikirkan protokoler yang melekat padanya.
Pemimpin yang TERBUKTI adalah pemimpin yang mampu melakukan kaderisasi terhadap generasi selanjutnya.
Pemimpin yang TERBUKTI adalah pemimpin yang memihak terhadap pengembangan agama.
Mengutip bahasa Al Mukarram, ustadz Abdul Somad, LC, MA “Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang menggunakan kekuasaannya untuk agama”. (rom)
