Sleman~R (16), pelaku percobaan perampasan mobil taksi online di Sleman ini di periksa Polisi. R yang masih duduk di salah satu SMP di Sleman mengaku nekat melakukan aksinya karena ingin punya mobil.
"Dia ingin punya mobil, mau dipakai sendiri katanya," ujar Kanit Reskrim Polsek Pakem, AKP M Nasirudin, Senin (15/1/2018).
Polisi tidak berhenti begitu saja atas pengakuan pelaku. Polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Pengakuan selanjutnya, kalau bisa dijual, uang akan digunakan untuk kebutuhan," katanya.
"Apa mungkin ada indikasi yang mengarah tersangka ini berkelompok? Mungkinkah ada sindikatnya? Ini masih kita dalami," ungkapnya.
Lanjut Nasirudin, dari keterangan orang tua pelaku kepada polisi, pihak keluarga berasal dari kalangan yang cukup mampu.
"Orang tuanya mengatakan bahwa di rumah sudah ada mobil, bisa. Mungkin karena kurangnya pengawasan dan perhatian sehingga dia berbuat nekat," kata Nasirudin.
Tertangkapnya R setelah mencoba merampas taksi online, Daihatsu Xenia nopol AB 1934 XY yang dikemudikan oleh Hartono (46) di kawasan Taman Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Jumat malam(12/1). R sendirian dan bersenjata tongkat satpam serta semprotan obat nyamuk. Tongkat itu lah yang dipakai memukuli kepala korban. Sedangkan semprotan belum sempat digunakan.
"Bilangnya ingin memiliki mobil, saya disuruh menyerahkan mobil saya. Saya dipukuli dan leher saya sempat ditarik ke belakang," kata sopir mobil tersebut.
Korban yang kepalanya sudah berdarah dan keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri dan minta pertolongan warga. Polisi dan warga akhirnya bisa menangkap R di sekitar Pos TPR Kaliurang. R memilih kabur sebelum sempat membawa hasil kejahatannya. (dtk)
