Kampar:Riaunet.com~Jasad yang diduga pelaku penipuan yang terjun dari Jembatan Kembar Danau Bingkuang yang dikejar warga pada Sabtu siang (13/1) telah ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Identitas pria yang baru ditemukan tersebut adalah Muhammad Syamsuri (59 thn), alamat Jln. Kartama Rt 03 Rw 07 Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru.
Sebagaimana dikabarkan pada sebelumnya bahwa pada Sabtu siang (13/1), ada sebuah mobil Toyota Avanza warna putih yang melaju kencang dari arah Bangkinang menuju Pekanbaru yang dikejar oleh warga dengan kondisi ban sebelah depannya sudah lepas.
Pengemudi mobil yang diduga sebagai pelaku penipuan warga Desa Siabu Kec. Salo ini sempat memutar arah kembali ke Bangkinang, namun balik lagi ke arah Pekanbaru dan berhenti ditengah jembatan kembar Danau Bingkuang, karena panik dia melonpat dari jembatan itu ketengah sungai dan tidak muncul lagi.
Selama 2 hari petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kampar dan Basarnas mencari pria yang diduga tidak bisa berenang tersebut, akhirnya pada Senin pagi (15/1/2018) jasad tersebut berhasil ditemukan dan mengambang dalam keadaan sudah tidak bernyawa dipinggiran sungai Kampar wilayah Desa Kemang Indah.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Ridwan Efendi, saat itu Ridwan pergi ke sungai untuk melihat pancing miliknya yang pasang di Sungai pada malam harinya, tiba-tiba saksi melihat ada mayat dekat pancingnya.
Kemudian melaporkan hal ini kepada Kades Kemang Indah, lalu Kades bersama warga masyarakat mendatangi lokasi ditemukannya mayat ini dan menghubungi Polsek Tambang.
Personel Polsek Tambang dibantu warga kemudian melakukan evakuasi untuk membawa jasad pria ini ke Puskesmas Tambang dan selanjutnya membawanta ke RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.
Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto SIK, MH melalui Kapolsek Tambang AKP Jambi Lumban Toruan SH membenarkan kejadian tentang penemuan mayat ini.
"Sisebutkan Kapolsek bahwa jasad pria yang tenggelam tersebut, kini baru ditemukan, dan jasad tersebut telah diantar ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk di visum atau otopsi," kata Kapolsek. (Gus)
