KUANSING:Riaunet.com~Kita nilai ini sudah lama pendidikan terbengkalai, makanya kami usung gerakan 1000 lilin, bertepatan sempena memperingati Hardiknas sebagai wujud kepedulian kami terhadap nasib Pendidikan, terutama untuk memberitahu bahwa dihari Pendidikan nasional, guru Dan Pendidikan dikuansing masih tergoncang dikarenakan hak guru sampai saat ini belum diberikan.
Mereka (guru-red) dituntut professional, Sementara sertifikasi mereka 8 bulan belum diberikan menyeluruh ditahun 2016 dan 2017. Kami tidak habis pikir, dan padahal semua sudah ada aturannya tentang pembayaran setifikasi guru Itu adalah untuk guru dan bukan untuk pembangunan, dan sekarang kami melihat uangnya entah kemana larinya.
Kita berharap pemerintah bisa bertindak cepat terkait dengan adanya guru honor daerah kabupaten Kuansing yang sekarang terbengkalai dan gajinya belum terbayarkan karena DPRD kuansing mengesahka APBD 2017.
Hal ini disampaikan ketua Ikatan Sarjana Peduli Pendidikan, Rizki Erlando SPd, kepada riaunet.com melalui selulernya dalam acara sempena Hari pendidika Nasional, Rabu (3/5/2017).
Acara tersebut diawali dengan pembacaan doa setelah menyalakan lilin dan orasi dari ketua ISPP, Perwakilan guru, Ormas, Pemuda Muhammadiyah, Kuantan Care, Pospera, HMI, BEM. Dalam Orasinya seluruhnya yang hadir menyerukan komitmennya dan mendesak supaya sertifikasi guru segera dicairkan. Patrius Nopendra SPd yang salah satu Guru di kuansing me yebutka bahwa hak kami (guru-red) segera diberikan.
"Dan apabila memang ada penyalahgunaan wewenang di minta kepada aparat hukum untuk segera mengusutnya dengan tuntas," tegasnya. (rdk)
