Pekanbaru:Riaunet.com~Organisasi sebagai sistem sosial dikarenakan di dalamnya terdapat sekelompok orang yang terintegrasi antara satu dengan lainnya, sehingga bersosialisasi dengan para aktifis organisasi dalam mencapai tujuannya. Jauh dari hal itu substansi sebuah organisasi haruslah bisa menjadi penerjemah sebuah persoalan dan mampu memecah subuah masalah serta menawarkan solusi dalam menghadapi problematika kehidupan bermasyarakat.
Sebagai organisasi sosial, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) lokal di Provinsi Riau yang berdiri pada tanggal 22 April 2015 di Pekanbaru, tentunya banyak tantangan kedepan yang dihadapi Perhimpunan Pemuda Riau (PPR ) dan evaluasi yang harus dilakukan.
Pada 22 April 2017 mendatang genap usia OKP Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) Dua tahun, tentunya di usia dini ini banyak mengalami pasang surut.
Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) merupakan organisasi Pemuda atau wadah tempatnya berkreatifitas pemuda Riau. Organisasi ini dilahirkan oleh beberapa organisasi kepemudaan dan mahasiswa berasal dari kabupaten/kota se-Riau dari lintas pergerakan.
Pemuda merupakan estafet kepemimpinan suatu bangsa. Jika ingin generasi selanjutnya kokoh, maka penguatan kepemudaan harus diperkuat. Pemuda sebagai masyarakat angkatan menengah harus mampu membawa perubahan bangsa ini kearah yang lebih baik. Pemuda Riau yang bernaung dibawah perhimpunan pemuda riau telah berikrar untuk melakukan perubahan pada jati diri pemuda.
Pemuda Riau merupakan pemuda yang berada di wilayah pusat perekonomian Asia. Riau terletak diantara beberapa negara maju, maka Pemuda Riau harus mampu bersaing dengan pemuda lainnya. Pemuda Riau kedepan akan memperkuat pondasi jati diri, skill dan kemampuan bersaing dalam rangka meghadapi persaingan global yang sudah berada dalam lingkungan kita.
PPR sebagai wadah penyaluran aspirasi dan kreatifitas Pemuda Riau yang senantiasa memberikan inspirasi yang berarti bagi masyarakat Indonesia.
Dalam rangka kelangsungan hakikat dan misinya, organisasi ini memerlukan tumbuhnya kader bangsa sebagai pelangsung dan penyempurna cita-cita bangsa yang berlandaskan Pancasila.
Pada Milad Ke-2 ini Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) mengusung tema "Merajut Ukhuah Menuju Riau Berkejujuran dan Berkemajuan" acara ini dilangsungkan InSyaaAllah selama dua hari, Sabtu dan Minggu 22 - 23 April 2017, agendanya Seminar Kepemimpinan Riau dan Baktisosial di panti asuhan Kampar Kiri.
"Saya sudah konfirmasi dengan tokoh2 Riau banyak yang menyatakan siap hadir dan memberikan materi seminar, kita lihat saja nanti siapa-siapa yang hadir yang mempu berbicara menyampaikan Visi dan Misi kepemimipinan Riau kedepan nantinya di Pilgubri 2018," ujar Yusroni Tarigan, S.Sos Ketua Umum DPP Perhimpunan Pemuda Riau di pekanbaru, Sabtu (1/4/2017).
Selain itu Yusroni menegaskan bahwa masih banyak permasalahan Riau yang jalan ditempat yang harus di kawal oleh organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Riau, antara lain masalah Korupsi, RTRW, masalah bantuan pendidikan (Dana Bos dan Beasiswa), pemerataan pembangunan, pengelolaan dana desa, dll.
"Semoga kedepan Pemimpin Riau benar-benar jujur dan membawa Riau lebih berkemajuan. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Pemuda Riau kabupaten / kota akan hadir serta Satuan Mahasiswa (SATMA PPR) di kampus Pekanbaru In shaa allah hadir," paparnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum DPP PPR, Teguh Imam Perdana, ST mengatakan, PPR masih berbenah, banyak hal yang harus di evaluasi untuk kemajuan organisasi khususnya internal maupun eksternal dalam mencapain visi dan misinya.
"Organisasi ini dibangun bukan untuk coba coba atau organisasi momentum, kita akan jadikan PPR ini sebagai lokomotif perubahan dengan motto Kritis, Ilmiah, Solutif," jelasnya. (rdk)
Sebagai organisasi sosial, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) lokal di Provinsi Riau yang berdiri pada tanggal 22 April 2015 di Pekanbaru, tentunya banyak tantangan kedepan yang dihadapi Perhimpunan Pemuda Riau (PPR ) dan evaluasi yang harus dilakukan.
Pada 22 April 2017 mendatang genap usia OKP Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) Dua tahun, tentunya di usia dini ini banyak mengalami pasang surut.
Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) merupakan organisasi Pemuda atau wadah tempatnya berkreatifitas pemuda Riau. Organisasi ini dilahirkan oleh beberapa organisasi kepemudaan dan mahasiswa berasal dari kabupaten/kota se-Riau dari lintas pergerakan.
Pemuda merupakan estafet kepemimpinan suatu bangsa. Jika ingin generasi selanjutnya kokoh, maka penguatan kepemudaan harus diperkuat. Pemuda sebagai masyarakat angkatan menengah harus mampu membawa perubahan bangsa ini kearah yang lebih baik. Pemuda Riau yang bernaung dibawah perhimpunan pemuda riau telah berikrar untuk melakukan perubahan pada jati diri pemuda.
Pemuda Riau merupakan pemuda yang berada di wilayah pusat perekonomian Asia. Riau terletak diantara beberapa negara maju, maka Pemuda Riau harus mampu bersaing dengan pemuda lainnya. Pemuda Riau kedepan akan memperkuat pondasi jati diri, skill dan kemampuan bersaing dalam rangka meghadapi persaingan global yang sudah berada dalam lingkungan kita.
PPR sebagai wadah penyaluran aspirasi dan kreatifitas Pemuda Riau yang senantiasa memberikan inspirasi yang berarti bagi masyarakat Indonesia.
Dalam rangka kelangsungan hakikat dan misinya, organisasi ini memerlukan tumbuhnya kader bangsa sebagai pelangsung dan penyempurna cita-cita bangsa yang berlandaskan Pancasila.
Pada Milad Ke-2 ini Perhimpunan Pemuda Riau (PPR) mengusung tema "Merajut Ukhuah Menuju Riau Berkejujuran dan Berkemajuan" acara ini dilangsungkan InSyaaAllah selama dua hari, Sabtu dan Minggu 22 - 23 April 2017, agendanya Seminar Kepemimpinan Riau dan Baktisosial di panti asuhan Kampar Kiri.
"Saya sudah konfirmasi dengan tokoh2 Riau banyak yang menyatakan siap hadir dan memberikan materi seminar, kita lihat saja nanti siapa-siapa yang hadir yang mempu berbicara menyampaikan Visi dan Misi kepemimipinan Riau kedepan nantinya di Pilgubri 2018," ujar Yusroni Tarigan, S.Sos Ketua Umum DPP Perhimpunan Pemuda Riau di pekanbaru, Sabtu (1/4/2017).
Selain itu Yusroni menegaskan bahwa masih banyak permasalahan Riau yang jalan ditempat yang harus di kawal oleh organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Riau, antara lain masalah Korupsi, RTRW, masalah bantuan pendidikan (Dana Bos dan Beasiswa), pemerataan pembangunan, pengelolaan dana desa, dll.
"Semoga kedepan Pemimpin Riau benar-benar jujur dan membawa Riau lebih berkemajuan. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Pemuda Riau kabupaten / kota akan hadir serta Satuan Mahasiswa (SATMA PPR) di kampus Pekanbaru In shaa allah hadir," paparnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Umum DPP PPR, Teguh Imam Perdana, ST mengatakan, PPR masih berbenah, banyak hal yang harus di evaluasi untuk kemajuan organisasi khususnya internal maupun eksternal dalam mencapain visi dan misinya.
"Organisasi ini dibangun bukan untuk coba coba atau organisasi momentum, kita akan jadikan PPR ini sebagai lokomotif perubahan dengan motto Kritis, Ilmiah, Solutif," jelasnya. (rdk)
