Berita Terkini

Tarik Ulur RUU Pemiluh, Saadam: Elit Parpol Jangan Mau Untung Ssendiri

Senin, Maret 20, 2017
Saddam Orbusti Ritonga
Pekanbaru:Riaunet.com~Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) yang masih tarik ulur dalam pengesahannya ini jangan sampai membuat politik nasional semakin terdegradasi hanya karena kepentingan-kepentingan elit partai politik semata. 

Hal ini disampaikan oleh Saddam Orbusti Ritonga kepada riaunet.com melalui selulernya (20/03/2017).‬

‪ "Kalau cerita terkait tarik ulur RUU Pemilu, salah satu masalahnya kan terkait dengan sistemnya. Mau pakai sistem yang saat ini atau dirubah". Kata pria yang merupakan ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Pekanbaru ini.‬

‪ Sistem yang digunakan saat ini kan Proporsional Terbuka. Artinya setiap caleg (Calon Legislatif) bersaing secara fair memperebutkan kursi legislatif yang ada. Siapa peraih suara terbanyak dialah caleg terpilih," Jelas Saddam.‬

‪"Nah, lanjutnya, sekarang sebagian besar elit parpol kan ingin sistem ini dirubah. Sistem yang sangat terbuka ini oleh mereka ingin dibatasi keterbukaannya. Para elit ini kan menginginkan agar sistem ini dirubah menjadi proporsional terbuka terbatas. Mereka ingin merubah ini kan agar caleg terpilih nantinya adalah caleg dengan nomor urut satu, bukan caleg dengan suara terbanyak". Tambah pria yang merupakan mahasiswa pascasarjana ilmu pemerintahan disalah satu kampus di pekanbaru ini.‬

‪ Selanjutnya, saddam juga menjelaskan bahwa inilah salah satu bentuk egoisme para elit parpol (partai politik) semata. Mereka (elit parpol) dengan ego nya membuat usulan seperti ini demi kepentingan mereka saja.‬

‪ "Ini kan bentuk egoisme mereka saja. Mereka sengaja membuat usulan seperti ini kan hanya demi kepentingan mereka saja. Mereka dengan ego nya tidak memikirkan kehendak rakyat agar RUU ini segera disahkan dengan sistem yang lama tanpa adanya pembatasan proporsionalnya," sebutnya.‬

‪ Keinginan para elit ini akan sangat berbahaya kalau sampai diikuti. Pasalnya dengan sistem yang seperti itu akan membuat semua legislator hanya akan menjadi wakil partai.‬

‪ "Ini janganlah sampai disahkan. Ini berbahaya bagi keterwakilan rakyat di parlemen. Jika sistem ini disahkan, para legislator nantinya akan menjadi wakil parpol dan bukan lagi wakil rakyat. Hal ini karena yang menetapkan caleg terpilih itu adalah para elit parpol bukan berdasarkan suara para caleg lagi," Tutup saddam. (rdk)