Bengkalis:Riaunet.com~Salah satu Visi Misi Pemerintah Daerah kabupaten Bengkalis adalah menjadikan kota Bengkalis sebagai kota Pendidikan, namun sangat disayangkan peran serta beberapa oknumnya mengakibatkan retaknya dunia pendidikan di kota tersebut.
Pada tahun 2017 ini, dinas Pendidikan telah menganggarkan beberapa kegiatan, salah satunya pembanggunan fisik khususnya di sekolah tingkat SD, namun sayang kenapa proyek di dinas pendidikan tersebut dijadikan tempat mencari keuntungan pribadi, pasalnya diduga proyek Penunjukan Langsung (PL) di Dinas Pendidikan diatur oleh Oknum tertentu.
Dari beberapa sumber imfomasi bahwa adik sepupu Bupati Bengkalis, Frenk diduga yang mengatur kegiatan PL di dinas Pendidikan sebanyak 50 paket yang di tunjuk langsung kepada Indra alias adin dengan meminta komisi perpaket sebesar 15 s/d 20%, yang beralamat di jalan gatot subroto kecamatan Bengkalis.
Selain itu juga bahwa diduga proyek yang di ambil Indra tersebut dijual kembali ke beberapa rekanan kontraktor di Bengkalis, dengan meminta 25%.Namun kenyataannya, fakta dilapangan banyak pekerjaan yang dikerjakan rekanan contraktor khususnya dinas Pendidikan Bengkalis menyalahi aturan, tidak sesuai dengan dokumen/Bestek kontrak kerja.
Hal itu disampaikan salah satu warga Bengkalis yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan Kamis, (30/8/2017) lalu.
Saya berharap, kepada Pemda Bengkalis melihat atau croscek kegiatan-kegiatan dinas Pendidikan, bagaimana kedepannya jika Proyek yang dilaksanakan kontraktor asal-asalan, yang rugi siapa kalau bukan masyarakat," ujarnya.
Kepada penegak hukum Mapolres, dan Kejaksaan Negeri Bengkalis, agar memeriksa oknum-oknum yang menjadi makelar proyek, apalagi ini sudah melibatkan oknum pejabat dinas pendidikan dan oknum tertentu, "pintanya.
Saat dihubungi Frenk melalui telpon selulernya 0821702938XX, mengenai paket PL dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis yang di nakhodai olehnya dan bahasa di medsos, minggu, (3/9/2017), maaf ya, trimakasih infonya," singkat.dia (Rom).
