RokanHulu:Riaunet.com~ex karyawan PT.Hiraldi Jaya Desa Tali Kumain kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) gelar aksi damai untuk menuntut pesangon dan pengembalian dana Jamsostek. Tak hanya itu, penutupan akses ke PMKS pun dilakukan sampai bupati rokan hulu menyelesaikan persoalan tersebut.
Selain itu juga puluhan mantan karyawan PT.Hiraldi Jaya memblokade jalan menuju PMKS PT.Hiraldi Jaya yang dulunya dijalankan PT.Surisenia Plasmataruna, kemudian memblokade jalan menuju PMKS Talikumain. aksi damai ini menuntut pengembalian tunggakan Jamostek karyawan terhitung juni 2016 hingga mei 2017, dan cicilan tunggakan 2 bulan gaji, serta pesangon.
Sementara itu, Humas PT.Hiraldi Jaya, Sabuki, senin (28/8/2017) memutus aliran air dan listri ke perumahan karyawan PT.Hiraldi Jaya karena yang tinggal di perumahan tersebut bukan karyawan PT. Hiraldi Jaya, melainkan kalangan masyarakat yang kerap membuat resah dan keributan, bahkan pesta miras di perumahan tersebut.
"Kita cuma nuntut apa yang menjadi hak kita, kita disini juga mau hidup. Jadi kalau mereka main putuskan saja aliran listrik dan air bersih, ya kami hanya block pintu gerbang akses PT. Supaya adil," pungkas Nazaimudin, mantan karyawan PT. Hirali Jaya.
"Rencananya rabu besok akan dimediasi di rumah dinas bupati, kami sangat senang. Kami harap dengan mediasi pada rabu mendatang membuahkan hasil untuk kami," tambahnya.
Kami sudah ajak mereka yang berhentin kerja itu kembali, tapi mereka tak mau. Bahkan mereka memblock jalan akses ke PMKS. Karna itu kami kecewa, karna itu kami putuskan aliran listrik dan air bersih. Selain itu mereka banyak juga melakukan tindakan tindakan yang tidak sesuai dengan kota," sambung Sabuki , Humas PT. Hiraldi Jaya.
Sementara itu camat tambusai, Muammar Ghadafi bersama dinas tenaga kerja kabupaten Rokan Hulu, Polsek Tambusai, Koramil, dan pihak Perusahaan didudukkan bersama di Aula Desa Talikumain. mediasi ini belum menemukan titik terang. untuk itu kedua belah pihak bakal dimediasi pula oleh Bupati Rokan Hulu pada rabu mendatang.
"Oke, hari ini kita sudah coba mediasi, namun nampaknya masih belum ada titik terang yang pas, maka dari itu, rabu mendatang kita akan mediasi lagi kedua pihak terkait di rumah dinas bupati Rokan Hulu," tutur Fitriani, SH. Kabid Ketenagakerjaan. (Rat)
