Bengkalis:Riaunet.com~Plt Sekretaris Daerah (Setda) kabupaten bengkalis, H Arianto menegaskan bahwa tanpa adanya suatu data yang ril, program kerja pasti tidak akan berjalan sesuai apa yang diharapkan. Dalam mewakili Bupati Bengkalis, dengan sapaan Bang Yanto ini juga mengatakan saat membuka kegiatan pembekalan petugas survei analisis konsumsi pangan Kabupaten Bengkalis tahun 2017.
Kegiatan yang diikuti 30 peserta yang ditaja Dinas Ketahanan Pangan ini digelar di meeting room lantai I Pantai Marina Hotel Bengkalis, Selasa (29/8/2017).
Selain itu, kemampuan aparatur pemerintah juga sangat dituntut untuk selalu peka terhadap segala kondisi yang berkenaan dengan masalah ketahanan pangan ini. Tentunya kepekaan itu harus dilandasi dengan ketersediaan data dan informasi yang valid,” jelas dia.
Setda juga menyebutkan bahwa untuk mewujudkan target capaian pembangunan ketahanan pangan, meningkatnya diversifikasi pangan, serta terpenuhinya gizi, yang ditandai semakin meningkatnya skor pola pangan harapan dari tahun ke tahun, serta tak adanya daerah rawan pangan di daerah ini, diperlukan upaya yang terarah.Agar upaya tersebut berdaya dan berhasil guna diperlukan data yang valid dan komprehensif serta hasil analisis yang akurat dan detail.
Tanpa ini semua, dapat dipastikan bahwa upaya yang dilakukan tidak akan berdaya dan berhasil guna,” ucap Harianto.
Plt Kadis Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa sasaran dan tujuan para peserta pembekalan tersebut adalah untuk mengetahui pemenuhan pangan dan gizi di setiap keluarga.
"Guna mencegah terjadinya rawan pangan di kabupaten bengkalis ini demi tercapainya keluarga yang sehat dan sejahtera,” imbuhnya.
Sementara Isnanto, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembekalan tersebut mengatakan, sumber kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut itu (29-30 Agustus) adalah H Suryani dan Fitri Yenni.
"Keduanya dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau,” tandasnya (Rom)
